Rabu, 17 Oktober 2012

“Upaya mengkondisikan kampanye yang menganut empat prinsip, yaitu sejuk, damai, aman, dan simpatik dalam Pemilukada Nganjuk 2012”



UPAYA MENGKONDISIKAN KAMPANYE YANG MENGANUT EMPAT PRINSIP YAITU 
SEJUK, DAMAI, AMAN, DAN SIMPATIK 
DALAM PEMILUKADA NGANJUK 
TAHUN 2012


BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang

        Panitia mengindikasikan adanya kampanye tersebung dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Nganjuk yang dijadwalkan 12 Desember 2012. Kampanye dini bisa dilakukan oleh pejabat kini (incumbent), melalui berbagai macam program maupun sosialisasi. Hal itu tentunya memberi ruang gerak, karena incumbent masih sebagai kepala daerah. Walaupun ada indikasi kampanye dini Panwas Nganjuk belum bisa berbuat banyak. Saat ini tahapan untuk pendaftaran calon belum dimulai, sehingga belum bisa dinyatakan sebagai pelanggaran (Chusna, 2012).    
        Sementara itu Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Nganjuk Abdul Wahid menegaskan tidak ada instruksi untuk mendukung salah satu calon dalam pilkada nantinya, walaupun “incumbent” maju. PNS tetap netral dan dibebaskan untuk memilih calon yang didukungnya. KPU Nganjuk akan menyelenggarakan pilkada pada 12 desember 2012. Saat ini sudah terbentuk PPK dan PPS untuk pilkada tersebut. Terdapat sebanyak PPK yang tersebar di 20 kecamatan wilayah kabupaten Nganjuk, dan 852 PPS yang duduk potensial pemilih pemilu (DP4) sebanyak 946.485 pemilih dari sekitar 1.245.000 jiwa warga Nganjuk. Jumlah itu akan diverifikasi oleh PPS untuk selanjutnya ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap (DPT). KPU mengajukan anggaran Rp. 15 miliar untuk pilkada. Namun, anggaran itu hanya diperuntukan guna satu putaran saja. Jika ada putaran kedua, hal itu akan dibahas dalam pengajuan APBD 2013 (Chusna, 2012).

        Berdasarkan uraian di atas maka akan dibahas mengenai upaya untuk menciptakan situasi kampanye yang sejuk, damai, aman, dan simpatik dalam pemilukada Nganjuk Tahun 2012 dengan judul: “upaya mengkondisikan kampanye yang menganut empat prinsip, yaitu sejuk, damai, aman, dan simpatik dalam Pemilukada Nganjuk 2012”.
       

1.2   Perumusan Masalah

        Berdasarkan uraian latar belakang diatas, permasalahan yang diangkat dalam karya tulis ini adalah:
  1. Bagaimana menciptakan situasi kampanye yang sejuk, damai, aman, dan simpatik dalam pemilukada Nganjuk Tahun 2012?
  2. Apakah dampak positif yang tercipta dari kampanye yang sejuk, damai, aman dan simpatik dalam pilkada Nganjuk Tahun 2012?

1.3   Tujuan Penulisan

         Adapun tujuan dari penulisan karya ini adalah:
  1.  Menguraikan/menjelaskan tentang situasi kampanye yang sejuk, damai,aman dan simpatik dalam pilkada Nganjuk tahun 2012.
  2. Menguraikan/menjelaskan situasi kampanye setelah terciptanya kampanye yang sejuk,damai,aman dan simpatik serta dampak dari kampanye itu sendiri.

1.4   Manfaat Penulisan

Adapun manfaat penulisan karya tulis ini antara lain:
  1. untuk menciptakan situasi kampanye yang sejuk,damai,aman dan simpatik dari kampanye yang akan dilaksanakan.
  2. Untuk mencipakan dampak yang positif dari kampanye yang telah dilaksanakan.


BAB II
PEMBAHASAN


     2.1 Definisi Pemilu
      Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan  adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam hal ini, keberadaan Partai Politik (Parpol) adalah sebagai wakil rakyat (selain DPD sebagai wakil daerah non parpol ditingkat pusat) yang dipilih oleh rakyat untuk menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pusat. DPRD (Propinsi dan tingkat Kabupaten/Kota). Mereka akan bertugas dibidang legistasi dan kebijakan publik pada tingkatnya masing-masing selama 5 tahun  kedepan (Imam, 2009).
      Jumlah calon legislatif (caleg) yang diajukan atau mengajukan diri sebagai caleg melalui berbagai partai politik (caleg perseorangan untuk DPD) jumlahnya cukup besar. Bahkan mengesankan sebagai pengisi lowongan pekerjaan yang layak diperebutkan. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang yang sangat beragam, yang menuju pada satu tujuan yaitu dapat menduduki jabatan legislatif. Oleh karena jumlahnya yang sangat besar itu, maka mereka harus dipilih dan disisihkan secara demokratis melalui pemilihan. Dalam konteks tersebut, maka kampanye sebagai ajang promosi diri, menjadi satu hal yang amat penting untuk membuka peluang mendapat pekerjaan legislatif tersebut. Oleh karenannya dengan mengdepankan prinsip keteraturan, ketertiban dan kenyamanan, maka proses kampanye diatur sedemikian rupa agar dapat berlangsung dengan tertib, santun, arif dan menyejukkan (Imam, 2009).
      Kampanye politik merupakan upaya terorganisir yang berusaha untuk mempengaruhi proses pengambilan keputusan dalam kelompok tertentu. Dalam demokrasi kampanye politik sering menyebut pemilu kampanye, dimana perwakilan yang dipilih atau referendum diputuskan. Dalam politik modern, kampanye profil yang paling tinggi politik difokuskan pada calon kepala negara/ kepala pemerintahan, presiden atau perdana menteri (wikipedia)
      Pesan kampanye berisikan ide-ide bahwa peserta ingin berbagi dengan pemilih. Pesan sering terdiri dari beberapa poin berbicara tentang isu-isu kebijakan. Poin meringkas ide utama dari kampanye dan sering diulang untuk menciptakan kesan abadi dengan pemilih. Dalam pemilu banyak partai oposisi akan mencoba untuk mendapatkan calon “off pesan” dengan mengusung kebijakan atau pertanyaan pribadi yang tidak terkait dengan pokok pembicaraan. Kampanye kebanyakan lebih memilih untuk menyimpan pesan yang luas untuk menarik pemilih yang paling potensial. Sebuah pesan yang terlalu sempit dapat menjauhkan pemilih atau memperlambat calon turun dengan menjelaskan detail. Misalnya, dalam pemilihan presiden 2008 di Amerika John Imccam awalnya menggunakan pesan yang berfokus pada patriotisme dan pengalaman politik : “Negara pertama”, kemudian pesan itu berubah untuk mengalihkan perhatian untuk perannya sebagai “The Maverick asli” dalam pembentukan politik. Barack Obama berlari pada pesan, konsistensi sederhana “perubahan” di seluruh kampanyenya. Jika pesan dibuat dengan hati-hati, hal itu akan menjamin calon kemenangan di pemilu. Untuk calon pemenang, pesan halus dan kemudian menjadinya agenda politik dikantor (wikipedia).
      Dalam kampanye politik modern, organiasi kampanye akan memiliki struktur yang koheren personil dalam cara yang  sama seperti setiap bisnis dengan ukuran yang sama(wikipedia).
     
      2.2    Prediksi Jumlah Pemilih di KPU Nganjuk Bertambah

      Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, memprediksikan jumlah pemilih saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 12 Desember 2012, akan bertambah dibanding jumlah pemilih pada Pilkada 2007. Ketua KPU Kabupaten Nganjuk oleh Juwahir mengemukakan jumlah penduduk di Nganjuk diketahui mencapai 1.218.000 jiwa per april 2012. Jumlah itu lebih banyak daripada saat pilkada 2007 lalu (Chusna, 2012).
      Namun jumlah itu masih belum final. Saat ini, jumlah penduduk masih dipastikan oleh pemerintah daerah lewat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab.Nganjuk. Sesuai dengan jadwal untuk penyerahan daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) paling akhir diserahkan oleh Pemkab ke KPU pada 15 juni mendatang. Jumlah itu menentukan, sampai berapa besar adanya tambahan jumlah penduduk yang berhak memberikan suaranya (Chusnal, 2012).
      Sampai saat ini Pemilihan Panitia Kecamatan (PPK) di Nganjuk sudah selesai. PPK sudah dilantik terlebih dahulu pada awal pekan lalu, sementara untuk Panitia Pemungutan Suara (PPS) akan dilakukan seleksi tes pada 7 Juni mendatang di masing-masing kantor kecamatan. Jumlah PPK yang dilantik ada sebanyak 100 PPK yang tersebar di 20 Kecamatan wilayah Kab. Nganjuk, sementara itu untuk jumlah PPS yang akan di pilih mencapai 852 PPS yang terbagi di 184 desa. Dalam pilkada 2012, KPU Nganjuk mengajukan anggaran sampai Rp. 15 milyar yang hanya diperuntukan satu putaran saja. Nominal itu masih diajukan tambahan yang rencanannya diajukan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2012 sampai Rp. 500 juta. Total anggaran untuk Pilkada itu diajukan ke APBD jika ada putaran kedua.
      Setelah adanya pendataan jumlah pemilih pada pemilu kepala daerah kabupaten nganjuk pada tanggal 12 desember 2012 , selanjutnya KPU  melakukan sosialisasi kepada beberapa pemilih diantaranya pemilih pemula atau pelajar, masyarakat dan partai politik. Untuk skema penjelasan dari sosialisasi pemilu kepala daerah adalah sebagai berikut :
Gambar 2.1 Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah

    2.1   Solusi mengatasi kampanye yang tidak efektif

          Sejak masa kampanye pilleg  hingga pilpres. Ini hari-hari kita selalu disuguhkan dengan kampanye. Dari cara-cara yang sejak dahulu sudah dipakai misalnya, selembaran yang sering dibagikan oleh para sukarelawan, spanduk dan umbul-umbul yang banyak memenuhi ruang publik, juga kampanye dengan cara-cara yang lebih modern atau canggih yaitu iklan di televisi dan internet. Semua kampanye tersebut di tayangkan terus-menerus dengan satu tujuan agar pikiran dan hati kita tertarik sehingga kita akan memberikan pilihan bagi mereka. Cara-cara di atas termasuk tidak efektif. Agar terciptanya sebuah kampanye yang baik. Beberapa faktor yang harus diperhatikan, yakni: 
   1.      Running Open Seat (menghadapi Incumbent)
Dalam hal ini running open seat biasannya lebih mudah. Karena semua lawan merupakan “orang baru” dimana semua calon sama-sama berangkat dari “titik nol”.
Lain halnya dengan incumbent. Biasanya incumbent memiliki tingkat pengenalan (popularitas), memiliki masalah financial.
  2     Wel Founded (under Founded)
Strategi atau kampanye yang efektif (terbaik) juga harus menjadi strategi realistis jika memiliki kemampuan finansial yang cukup, hendaknya membayar staf, menyewa konsultan, menyewa web dan running iklan di televisi. Jika kekurangan dana. Andaikanlah sukarelawan, taktik akar rumput. Dan materi kampanye underground. (utuhtaedini, 2012)
  3.      Memetakan diri (Calon Anda)
Bagaimana orang melihat anda atau calon anda, apakah anda atau calon anda memiliki pengalaman dalam politik, bagaimana dengan bisnis, apakah anda atau calon anda memiliki pengetahuan khusus atau pengalaman dengan masalah tertentu, apakah anda atau calon anda memiliki kekuatan di lingkungan tertentu atau demografis, sewa orang yang mengetahui letak kekuatan dan kelemahan diri anda dan calon anda (utuhtaedini, 2012)
  4.      Kenali lawan
Apakah dia juga didanai atau kekurangan dana, apa latar belakang mereka. Kenali lawan sebaik anda mengenali diri anda atau calon anda.(utuhtaedini, 2012)

  5.      Isu penting masyarakat
Isu apa yang merupakan isu penting bagi masyarakat pemilih. Apakah bagi mereka jaminan kesehatan lebih penting dibanding jaminan pendidikan, atau apakah kepastian hukum yang dianggap penting bagi pemilih. Kenali dengan baik isu-isu tersebut, kemudian buat pesan kampanye berdasarkan isu tersebut. Strategi kempanye yang baik akan menyesuaikan dengan isu-isu dan masalah-masalah terpenting bagi pemilih. Beri apa yang mereka inginkan, agar pada saat pemilihan tiba mereka akan memberi apa yang anda inginkan.(utuhtaedini, 2012)
          Dengan bekerja berdasarkan kelima faktor tersebut, akan lebih mudah dalam menyusun strategi kampanye terbaik. Strategi yang tepat akan berbeda untuk masing-masing kandidat dan untuk setiap pemilihan. Luangkan waktu untuk memikirkan strategi anda sebelum masuk ke tengah-tengah pertempuran.(utuhtaedini, 2012).
          Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kampanye.  Beberapa masalah dan krikitan dari pelaksanaan kampanye yang selama ini dilakukan oleh partai politik. Adapun masalah dan kritikan tersebut antara lain di jelaskan pada gambar berikut ini.


    2.1  Antusiasme pemuda dalam menyikapi kampanye yang sejuk, damai aman, dan simpatik dalam pemilukada nganjuk 2012.

  a.   Tingginya antusiasme politik pemuda
         Tingginya antusiasme politik pemuda dalam politik bisa jadi karena sifat keingintahuan yang besar, cepat merespon perubahan dan lebih cepat dalam mengikuti perkembangan yang ada. Akinatnya, pemuda kini cenderung kritis terhadap lingkungan sekitarnya. Menurut survei litbang kompas untuk pemilu 2009 lalu, menunjukan bahwa pemuda memiliki antusiasme politik yang sangat tinggi. Bahkan jatuh dari kesan skeptik politik yang meleket padanya. Pemuda memiliki caranya sendiri dalam mengekspresikan kesadaran politik mereka, bahkan bukan tidak mungkin, pereferensi politik pemuda yang dianggap pasif, karena selalu mengikiti orang tuanya kini menjadi pertanyaan terbaik. Bahwa kemungkinan besar kreatifitas pemuda dalam mengekpresikan pilihan politiknya berpengaruh besar terhadap preferensi politik masyarakat secara luas. Hal ini, sekali lagi menunjukan bahwa pemuda adalah sebagai agen penggerak perubahan dalam konteks politik.
         Semakin muda usia pemilih semakin tinggi juga antusiasme mereka terhadap politik.
Usia 17-21 tahun antusiasme mereka untuk mengikuti pemilu sebesar 84 persen, usia 22-29 tahun sebesar 80 persen dan untuk usia 30-40 tahun antusiasme politik mereka lebih rendah. Perkembangan teknologi informasi mampu mendorong para pemuda untuk selalu mengikiuti perkembangan politik. Pemuda lebih cepat dalam menangkap maupun merespon informasi yang berkembang. Massifnya social media dari kalangan pemuda dapat di contoh. Sehingga social media dapat dimanfaatkan beberapa pihak untuk membreeding isu-isu politik dikalangan pemuda. Dengan cara disseminasi isu-isu politik tersebut maka pemuda menjadi peka terhadap perkembangan politik
  a.    Pemuda cenderung kritis
         Pemuda memang dengan cepat menerima dan beradaptasi terhadap perkembangan. Sifat seperti ini jika disosialisasikan dalam kesadaran politik maka pemuda cenderung untuk merespon perubahan. Jika realitas yang anda dikonstruksikan tidak lagi memenuhi ekspektasi dan harus berubah, maka yang merespon perubahan untuk pertama kalinya adalah pemuda. Berbagai pergerakan social di indonesia  mulai dari sumpah pemuda, tuntunan mereleka hingga tuntunan reformasi selalu diinisiasi oleh pemuda. Maka tidak heran jika suatu kampanye diarahkan untuk memperoleh dukungan pemuda. Jika apa yang dikampanyekan mampu menyentuh kesadaran mereka, maka mereka akan bergerak dengan sendirinya dan membawa pengaruh luas pada setiap kelompok masyarakat.(situs islam, 2009)


BAB III
PENUTUP

    3.1        KESIMPULAN
  1.      Pemilu adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Secara langsung, umum, bebas, rahasia,jujur dan adil dalam negara kesatuan republik indonesia (NKRI) berdasarkan pancasila dan UUD 1945.
  2.      Kampanye berperan sebagai ajang promosi diri, menjadi satu hal yang amat penting untuk membuka peluang mendapat “pekerjaan” legislatif tersebut. 
  3.     Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten nganjuk jatim jawa timur mempredisikan jumlah pemilih saat pilkada 12 desember 2012 akan bertambah dibanding jumlah pemilih pada pemilukada 2007.
  4.      Terciptannya kampanye yang SEDAMANTIK (sejuk damai aman dan simpatik).
  5.      Kampanye yang baik dan efektif adalah kampanye yang mempunyai strategi atau tata cara yang baik
  6.      Semakin muda usia pemilih semakin tinggi antusiasme mereka terhadap politik

  3.2  SARAN
            Agar terciptanya kampanye yang sejuk, damai, aman dan simpatik berikut  ini adalah
  1.     Jangan tergoda pada kampanye yang mengumbar janji yang tidak pasti dan banyak menghabiskan dana
  2.    Pilihlah pemimpin yang mempunyai loyalitas dan dirasa sungguh memperhatikan masyarakatnya
  3.      Kampanye dapat dilakukan dengan berbagai cara yang modern atau canggih misalnya lewat internet, televisi, radio dan lain-lain.


DAFTAR PUSTAKA

     Anonim. 2012. Wikipedia. http://en.wikipedia.org/wiki/political_compaign (diakses pada tanggal 9 Oktober  2012).
     Ainuamri. 2009. Cara kampanye yang paling efektif dan efisien. http://ainuamri.wordpress.com/2009/03/27/tips-cara-kampanye-yang-paling-efektif-dan-efisien. (diakses pada tanggal 9 oktober 2012)
     Anonim. 2012. Pemuda antara antusiasme dan pengaruhnya terhadap preferensi politik. http://www.gema nuran.com/2012/09/pemuda-antara-antusiasme-dan-pengaruhnya-terhadap-preferensi-politik/
     Anonim. 2009. Kampanye yang paling baik dan efektif. http://umum.kompasiana.com/2009/07/04/kampanye-yang-paling-baik-dan-efektif/
Wachjoe. 2009. Tips kampanye inovatif. http://wachjoe. Wordpress.com/2009/01/08/tips-kampanye-kreatif-inovatif/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar